Menulis Sebagai Terapi

Menulis merupakan kegiatan yang bisa dilakukan siapapun. Anak-anak saja sudah belajar menulis ketika mereka masih dibangku taman kanak – kanak. Hanya saja yang berbeda adalah tujuan menulis itu sendiri, ada yang tujuannya untuk mengerjakan tugas, membuat cerpen, atau sekedar hobby dan untuk mencurahkan perasaan yang memang tidak bisa diceritakan kepada orang lain.Adapun beberapa manfaat dari menulis adalah:

1.      Menghilangkan stres

Dengan menulis kita bisa mencurahkan perasaan kita tanpa takut diketahui orang lain. Tidak semua orang bisa dengan mudah menceritakan masalahnya pada orang lain. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh watak masing-masing orang. Pembagian kepribadian secara tradisional kita kenal ada dua, yaitu introvert dan ekstrovert. Introvert adalah orang yang memiliki tipe kepribadian tertutup, sedangkan ekstrovert adalah orang yang mempunyai kepribadian terbuka. Orang introvert cenderung mengalami kesulitan dalam membicarakan masalahnya kepada orang lain. Menulis diari adalah solusi tepat bagi orang berkepribadian introvert dalam membantu menghilangkan stres serta mengurangi beban pikirannya. Orang yang mempunyai kepribadian ekstrovert memang lebih mudah dalam berbagi dengan orang lain. Namun, bukan berarti orang ekstrovert tidak memerlukan diari sebagai bagian dari terapi. Justru orang dengan kepribadian ekstrovert akan lebih mudah terbuka dan merefleksikan segala yang terjadi dalam dirinya, lebih jujur, dan mudah menemukan berbagai sisi, yang membuatnya dapat menemukan solusi dalam pemecahan masalahnya.

2.      Sebagai media merencanakan target yang ingin dicapai

Diari dapat kita gunakan untuk merencanakan hal-hal apa saja yang ingin kita capai di masa yang akan datang. Perencanaan ini dimaksudkan agar kita dapat meraih target yang diharapkan secara konkret. Dengan menuliskan berbagai hal yang ingin dicapai, itu akan membantu kita dalam memompa semangat dan meraih target tersebut. Kita akan senantiasa teringat setiap kali membuka buku diari, dan merasa berkewajiban untuk segera meraih target. Melalui perencanaan dapat kita analisis kelemahan dan kekurangan kita, serta berbagai hal lainnya yang diperlukan dalam meraih target tersebut.

3.      Untuk menuliskan komitmen

Komitmen merupakan hal pokok yang diperlukan oleh setiap orang dalam meraih segala tujuan. Peneguhan janji dalam bentuk komitmen sangatlah diperlukan supaya kita senantiasa mempunyai tekad yang kuat dalam meraih tujuan kita. Apa jadinya sebuah tujuan tanpa komitmen yang kuat? Berbagai rencana jitu dan ide brilian pun akan menjadi percuma, hanya karena kita tidak mempunyai komitmen. Di saat berbagai rintangan dan hambatan yang menyertai kita, maka hal yang perlu kita ingat agar tidak putus asa ditengan jalan adalah komitmen awal kita dalam meraih tujuan. Dengan menuliskannya, kita akan selalu teringat akan janji awal kita, sekaligus sebagai tameng dalam setiap kendala yang ada.

4.      Sebagai pengontrol target

Menuliskan setiap perkembangan atas semua pencapaian target merupakan langkah selanjutnya setelah kita merencanakan dan berkomitmen dalam meraih setiap target kita. Menulis akan membantu kita dalam melihat hasil dari proses pencapaian usaha, yang kita lihat dengan target yang ingin kita capai. Dengan begitu, kita akan mudah mengetahui arah perkembangan kemajuan yang kita capai. Mengontrol setiap perkembangan yang dicapai akan membuat kita tidak menyimpang dari tujuan semula. Sering kali, dalam pencapaian suatu tujuan, di tengah jalan kita menemukan banyak pengembangan gagasan bahkan halangan dan rintangan dalam mencapai apa yang kita cita – citakan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah alat kontrol yang tepat dalam mencapai target yang diharapkan, yaitu melalui tulisan kita dalam sebuah diary.

5.      Alat memformulasikan ide baru

Dalam perjalanan hidup begitu banyaknya lika – liku, dengan sedkit waktu yang disisihkan untuk sekedar menulis mungkin akan menyegarkan diri kita kembali, yang tadinya sumpek menjadi lebih fres kembali. Selain itu dengan menulis hal – hal yang dianggap penting mungkin saja suatu hari nanti tulisan kita itu akan memicu diri kita dalam menemukan ide – ide baru.

6.      Sebagai gudang inspirasi

Jangan pernah menyepelekan sebuah ide, sekecil dan sejelek apapun ide tersebut. Mungkin saja hari ini kita menganggap bahwa ide yang kita munculkan hari ini ide yang ecek – ecek dan tidak ada gunanya sama sekali bisa jadi ide awal tersebuat menjadi sumber inspirasi kita untuk menemukan sebuah solusi yang kreatif.

7.      Alat penyimpan memori

Sangat jelas sekali bahwa kemampuan manusia untuk mengingat peristiwa, pengetahuan, maupun hal unik lainnya memang sangat terbatas. Orang tentu tidak dapat mengingat semua kejadian yang berlangsung dalam hidupnya sekaligus. Bahkan, manusia jenius sekalipun tentu mengalami kelupaan untuk beberapa peristiwa dalam hidupnya. Keakuratan data dan peristiwa secara detail tidak dapat diingat oleh manusia secara persis. Maka dari itu perlu adanya catatan supaya memudahkan kita dalam melakukan proses mengingat kembali memori yang telah lama tersimpan, dan mengambil hikmah atas setiap kejadian, karena tentu ada hikmah yang dapat kita petik dan dijadikan pelajaran berharga.

8.      Alat memudahkan penyelesaian masalah

Solusi dari suatu permasalahan tidak dapat kita jadikan solusi atas masalah yang lainnya, yanng tentunya berbeda masalah akan berbeda pula cara penyelesaiannya. Namun, setidaknya kita bisa mempelajari teknik pengambilan keputusan yang telah kita buat, dan supaya hal itu mempermudah kita dalam menyelesaikan masalah lainnya.

9.       Sebagai media refleksi dan kebijkasanaan

Menuliskan segala perasaan, masalah, dan konflik yang terjadi dalam hidup akan membuat orang semakin bijaksana. Karena, dengan menulis, terutama menulis diari, secara tidak langsung kita sedang belajar berkompromi dengan setiap masalah yang ada. Belajar memahami masalah dan tidak sekadar mengutamakan ego semata. Semakin banyak kita melibatkan proses menulis dalam menghadapi permasalahan, kita akan semakin peka, tidak terburu-buru, bijakasana, dan mampu menggunakan kepala yang dingin ketika memutuskan sesuatu. Karena, terkadang kita tidak dapat melihat masalah dengan jelas jika kita tidak memetakannya dalam tulisan. Dengan menulis, segala sisi persoalan akan terlihat lebih jelas, dan itu memudahkan kita dalam mencari solusinya.

Membiasakan menulis membuat kita lebih jeli dan terlatih dalam merumuskan dan menyelesaikan sebuah permasalahan. Sehingga, kita tidak akan terjebak pada satu masalah yang ada, tidak merasa tertekan, dan tidak menimbulkan stres yang berakibat negatif bagi diri kita. Dengan menulis beban akan terasa sedikit ringan.

Dari berbagai makalah mengatakan bahwa menulis, terutama menuliskan apa yang menjadi unek – unek/ ganjalan akan sangat membantu diri kita mengurangi stress, menulis dikatakan pula sama faedahnya dengan terapi. Karena, terapi mempunyai fungsi sebagai media penyegaran dan penormalan kembali segala aktivitas tubuh. Oleh karena itu, terapi diri melalui menulis ini akan membuat kita semakin mudah mencerna segala permasalahan dengan lebih mudah dan efektif. Dengan begitu, maka akan mengurangi tingkat stres yang tentu saja mengganggu kinerja tubuh kita. Ketika kita berhasil memecahkan sendiri masalah kita lewat menulis, sesungguhnya kita tidak membutuhkan psikiater maupun psikolog. Psikiater akan membantu kita menyelesaikan permasalahan dari segi medis, sedangkan psikolog akan mendengarkan dan membantu kita dalam mencari solusi yang tepat bagi diri kita sendiri. Yah, jadi kita sendirilah yang harus mencari solusi terbaik atas setiap permasalahan kita, karena kita juga yang lebih tahu akan kondisi sendiri. Orang lain hanya bertugas sebagai pendengar yang baik dan membantu kita agar dapat menemukan solusi sendiri, bukan mencarikan solusi bagi diri kita.

Selain yang dipaparkan dari paparan diatas maka manfaat menulis lainnya adalah sebagai berikut:

1.      Menulis akan mendorong berpikir logis, sistematis dan kreatif

Menulis merupakan proses  mengkaitkan-kaitkan antara kata, kalimat,  paragraf maupun  antara bab secara logis agar dapat dipahami. Proses ini mendorong seorang penulis  harus berpikir secara sistematis dan logis sekaligus kreatif. Ketika seseorang berhasil menulis sebuah artikel, diari, buku, opini , dll, hal ini membuktikan bahwa berfikir logis, sistematis dan kreatif  berfungsi dengan baik pada diri orang tersebut.

2.      Menulis mendorong seorang penulis untuk berinteraksi dengan orang lain.

Setelah seorang penulis menghasilkan karya berupa artikel, cerita ataupun berupa buku, hampir dapat dipastikan  akan ada pembaca yang ingin berinteraksi dengan sang penulis. Inilah salah satu aspek manfaat sosial bagi seorang penulis karena mendorong bagi diri si penulis  untuk berinteraksi dengan orang lain dan menjalin  komunikasi dengan pembaca. Para pembaca tidak selalu harus orang yang tidak dikenal sang penulis , bisa saja orang disekitarnya yang dikenal tapi jarang berinteraksi. Sehingga interaksi  terjadi lewat tanggapan dan apresiasi terhadap hasil karya sang penulis .

3.      Menulis sebagai terapi bathin melalui pelepasan emosional

James Pennebaker membuktikan bahwa menuliskan perasaan – perasaan yang dirasakan akan membawa pengaruh yang positif bagi kesehatan  dengan meningkatnya kekebalan tubuh. Lewat risetnya, ternyata mereka yang menuliskan perasaan – perasaannya melalui  diari (catatan harian) memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik di bandingkan yang tidak. Karena paling tidak masalah yang dihadapinya tertuang dalam sebuah bentuk tulisan yaitu dalam  secarik kertas yang terkumpul. Bahkan bisa jadi tulisan yang dulu kita tulis suatu hari nanti kita membacanya kembali, dan saat itu kita tertawa sendiri dengan tulisan yang kita tulis.

Untuk Pepatah  yang selama ini sering kita dengar yang mengatakan bahwa ”diam itu emas”  bukan kata-kata bijak yang cocok dikala seseorang sedang dilanda stress. Karena bila seseorang stress namun hanya mengurung diri dikamar saja dan tidak melakukan apapun itu justru akan membuat seseorang semakin terpuruk. Dalam kondisi stres, mencurahkan isi hati secara terbuka ternyata dapat meringankan masalah,  konon hingga separonya. Bukan sekadar isu dan kata – kata bohong saja namun anjuran ini dikukuhkan oleh sebuah riset yang dilakukan oleh Pennebaker, seorang ahli psikologi, terhadap ribuan orang dari berbagai usia dan latar belakang. Pennebaker mendapati bahwa mencurahkan isi hati (self-disclosure) dapat berpengaruh positif bagi perasaan, pikiran dan kesehatan tubuh. Bagi orang – orang yang terbuka dan blak – blakan, Membuka diri tidaklah sulit, bahkan hal tersebut mungkin menjadi suatu kebutuhan keseharian dalam hidupnya yaitu dengan cara berbagi cerita, masalah atau apapun dari hati ke hati kepada orang yang sangat dipercayai.  Namun bagi orang – orang yang tertutup mungkin hala tersebut agak sulit untuk menceritrakan segudang permasalahan yang dihadapinya saat itu, untuk mempermudah dan meringankan sedikit beban, tidaka ada salahnya meluangkan waktu untuk menulis secara bebas di catatan pribadi, sebegai pelepas kekesalan, kegundahan atau kesedihan sekalipun. Semoga Bermanfaat….!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s